Tampilkan postingan dengan label berhitung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berhitung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2012

Bendera Angka

Media untuk belajar berhitung bagi anak-anak itu banyak sekali. Seandainya ibu-ibu atau guru-guru TK lebih banyak mencaritahu, pasti anak-anak tidak lekas bosan dalam belajar berhitung. 

Media belajar berhitung dapat dibuat sendiri atau membeli. Bila orangtua tidak sibuk, disarankan untuk membuat sendiri karena lebih murah. Kali ini saya akan berbagi cara membuat media berhitung untuk anak-anak Anda. Saya beri nama Bendera Angka.

Bahan yang kita butuhkan; kawat bulu, gunting, solatip bening, kertas, tang, dan manik sedang dengan lubang kecil. Lihat gambar di bawah ini!


Cara membuatnya mudah sekali:

  • Potong kawat bulu sepanjang 15 cm. Buat sebanyak 10 buah.
  • Potong kertas berbentuk persegi dengan sisi 1,5 cm kemudian potong dan beri nomor 1 - 10.
  • Tempelkan masing-masing nomor pada ujung kawat bulu dengan solatip bening.
  • Bisa kita lihat contoh pada gambar di bawah!

Bagus bukan? :)) Minta anak untuk memasukkan sejumlah manik ke dalam kawat bulu sesuai dengan angka yang tertera di ujung. 





Sabtu, 01 September 2012

Belajar Berhitung Sambil Bermain


Menemani anak belajar berhitung tak harus serius. Anda dan anak tak perlu berhadapan di meja layaknya polisi yang sedang memeriksa tersangka lantaran hal itu justru membuat materi berhitung menjadi tampak menakutkan. Anak-anak pada dasarnya malas dengan sesuatu yang sifatnya serius dan menegangkan dalam hal belajar. Sebaliknya, materi yang disajikan secara aplikatif biasanya justru lebih cepat diserap dengan baik ketimbang materi yang disajikan secara serius.

Kali ini saya akan berbagi tips mengajari anak belajar berhitung dengan permainan dakon (di Jawa Tengah disebut begitu). Permainan tradisional ini banyak sekali manfaatnya. Sayang sekali, orangtua jaman sekarang sudah mulai meninggalkan permainan-permainan seperti ini. Mereka lebih suka memberikan gadget pada anak mereka dengan banyak alasan. Padahal segala sesuatu yang berbau modern kadangkala tidak selamanya baik. 

Ada banyak aspek perkembangan yang bisa dilatih ketika kita menggunakan permainan tradisional sebagai media belajar. Contohnya pada permainan dakon ini. Meskipun sederhana dan hanya mengandung dua unsur (papan dan biji dakon) namun ketika anak mulai memegang biji dakon dan mulai menempatkannya pada lubang, banyak aspek yang berkembang antara lain motorik halus, visual motorik, dan memori. 

Selain beberapa aspek di atas, anak juga belajar untuk berinteraksi dengan orang lain, melatih kesabaran dalam menunggu giliran, belajar sportif menerima kemenangan dan kekalahan tanpa harus membenci. Saya kira manfaatnya tidak bisa disamakan ketika anak bermain dakon melalui komputer. Meskipun banyak aplikasi permainan serupa yang disajikan di komputer, bisakah aplikasi permainan itu memenuhi kebutuhan perkembangan anak-anak. Saya rasa tidak. 

Intinya mungkin sama, belajar berhitung melalui media permainan. Namun, proses yang dilalui anak akan berbeda ketika mereka bermain dengan teman/orangtuan dibanding bermain di komputer/melawan komputer.

Sayangilah anak-anak Anda dengan melakukan pendampingan.